List

Di negara kita Indonesia standar utama publikasi adalah scopus meskipun akhir-akhir ini mereka (red:Ristekdikti) menambah syarat untuk jurnal internasional bereputasi harus memiliki impact factor dari thomson reuters. Nah berikut grafik yang menunjukkan persentase jurnal yang terindeks scopus berdasarkan publisher yang dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini:

Gambar 1. Jurnal terindeks scopus berdasarkan publisher (per 25 Desember 2016)

Dapat kita lihat bahwa Elsevier memiliki persentase jurnal terindeks paling banyak yaitu 10%, Springer 8%, Wiley 5%, Taylor&Francis 5%, dst. Publisher yang disebutkan diatas adalah publisher-publisher besar dimana banyak jurnal-jurnal yang bagus di situ. Sedangkan 60% jurnal yang terindeks diterbitkan oleh publisher selain yang disebutkan. Dominannya jurnal-jurnal di Elsevier yang terindeks disebabkan karena scopus sendiri merupakan bagian dari Elsevier. Jadi ya jelas lha wong indexing-nya punya sendiri ya pastinya jurnal-jurnalnya yang diutamakan untuk terindeks, hahahaha…

Leave a Reply

  Posts

1 2 3 7
September 28th, 2018

Android application of mobile electronic nose

September 25th, 2018

Dataset for electronic nose from various beef cuts

December 26th, 2016

Metrik baru dari scopus untuk mengukur impact jurnal: CiteScore

December 25th, 2016

Tips dan trik memilih jurnal untuk publikasi

December 25th, 2016

Daftar jurnal terindeks scopus berdasarkan penerbit (publisher)

December 24th, 2016

Tujuan utama publikasi hasil penelitian versi saya

April 30th, 2016

Google Doodle Hari Ini: Claude Shannon (Bapak Entropy)

April 29th, 2016

Gonjang-ganjing masalah SCI-HUB, Indonesia masuk 10 besar

April 28th, 2016

Hype Cycle for Emerging Technologies 2015: Big Data no longer exist, IoT still on the Top

April 24th, 2016

Discrete Wavelet Transform