List

Tulisan kali ini membahas tips dan trik memilih jurnal untuk publikasi hasil penelitian kita. Sebelum melanjutkan mungkin ada baiknya membaca dulu artikel saya sebelumnya tentang tujuan publikasi di sini. Memilih jurnal untuk publikasi merupakan hal yang sangat penting ketika kita akan publish hasil pekerjaan kita. Memilih jurnal untuk publikasi bisa dibilang gampang-gampang susah karena akan ada cukup banyak pertimbangan hingga kita menentukan ke mana hasil pekerjaan ini akan kita submit. Berikut ini adalah tips dan trik memilih jurnal untuk publikasi:

1. Perhatikan level kontribusi yang ada pada paper.
Kontribusi yang dimaksud di sini adalah kontribusi keilmuan bukan kontribusi praktis. Sebagai contoh publikasi tentang “Pembangunan sistem informasi akademik di kampus XYZ” hanya memiliki kontribusi praktis namun tidak memiliki kontribusi keilmuan meskipun memiliki banyak modul dan fitur. Tulisan-tulisan seperti itu biasanya hanya bisa dipublikasikan di level seminar nasional.  Contoh lain publikasi tentang “Penggunaan Neural Network untuk sistem prakiraan cuaca” atau “Analisis keberlangsungan layanan TI menggunakan ITIL pada PT ABC” merupakan adaptasi metode yang sudah ada untuk diterapkan pada kasus tertentu. Jenis tulisan seperti ini masih mampu untuk dipresentasikan pada seminar internasional atau jurnal terindeks scopus Q4 dan sebagian Q3. Nah bagaimana level kontribusi keilmuan untuk jurnal-jurnal Q2, Q1? Tentunya level kontribusi keilmuannya sangat tinggi. Lebih berat lagi jika jurnal tersebut memiliki impact factor dari Thomson reuters. Sebagai contoh paper tentang “Skema encoding baru untuk analysis EEG sinyal” atau “Pengembangan model fuzzy classifier untuk klasifikasi sinyal non-stasioner” atau “Kerangka kerja ITSM yang memiliki agility tinggi terhadap perubahan organisasi” adalah tulisan yang memiliki kontribusi keilmuan yang signifikan. Nah dari uraian tersebut dapat diperkirakan kemanakah kita akan mempublikasikan hasil pekerjaan kita.

2. Pilih jurnal yang topiknya sesuai dengan penelitian kita
Sebenarnya langkah awal menentukan kemana kita harus submit paper kita cukup mudah yaitu dengan melihat referensi/daftar pustaka tulisan kita. Jurnal dengan jumlah paper yang paling banyak kita sitasi adalah kandidat terkuat kemana paper kita akan disubmit. Kalau masih kurang sreg atau kurang yakin kita bisa menggunakan layanan journal finder dari Elsevier ( http://journalfinder.elsevier.com/ ) ataupun dari Springer ( http://journalsuggester.springer.com/ ).

3. Perhatikan keselarasan/ linieritas induk keimuan dengan subject area jurnal
Sebagai contoh bidang saya adalah ilmu komputer (computer science) maka carilah jurnal-jurnal di bidang computer science. Hal ini sangat penting karena jika kita seorang dosen maka keselarasan bidang keilmuan pasti akan dilihat. Supervisor S3 saya pernah bercerita pada saat beliau mengajukan persyaratan untuk Guru Besar dan dinyatakan ditolak gara-gara publikasi ke jurnal ekonomi-bisnis. Meskipun konten jurnalnya tentang ilmu komputer namun akan tidak diakui jika dipublikasikan ke jurnal dengan subject area yang lain. Ya akhirnya mau tidak mau beliau harus buat paper lagi. Contoh lain adalah kasus paper premilary result saya yang melibatkan beberapa disiplin keilmuan. Jika dilihat dari referensi yang saya gunakan maka daftar jurnal yang paling sesuai untuk publikasi paper saya adalah sebagai berikut:

No Journal Quarter Impact Factor Subject Area Linear?
1 Sensors and Actuators B: Chemical Q1 4.758 Engineering; Material Science; Physics and Astronomy Not OK
2 Journal of Food Engineering Q1 3.199 Agricultural and Biological Sciences Not OK
3 Chemometrics and Intelligent Laboratory Systems Q2 2.217 Chemical Engineering; Chemistry; Computer Science OK
4 Expert Systems with Applications Q1 2.981 Computer Science; Engineering OK
5 Computers and Electronics in Agriculture Q2 1.892 Agricultural and Biological Sciences; Computer Science OK
6 Neurocomputing Q1 2.392 Computer Science; Neuroscience OK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika dilihat dari daftar tersebut maka Sensors and Actuators B: Chemical adalah jurnal yang paling sesuai untuk paper saya. Jurnal tersebut sangat cocok dan memiliki impact factor yang tinggi. Sayapun sebenarnya merasa yakin paper saya akan diterima pada jurnal terebut. Namun sangat disayangkan jurnal tersebut tidak memiliki subject area Computer Science meskipun pada jurnal tersebut juga terdapat banyak paper yang membahas tentang metode-metode komputasi seperti ANN, SVM, LDA, Clustering, Feature Extraction, dll untuk analisis data sensor. Jurnal kedua adalah Journal of Food Engineering. Saya memang banyak mengacu pada paper-paper di jurnal ini untuk mengetahui karakteristik daging sapi yang memang menjadi objek penelitian saya. Tentunya pasti sangat tidak nyambung kalau saya publikasi ke jurna tersebut, wkwkwkwk… Jurnal selanjutnya adalah Chemometrics and Intelligent Laboratory Systems yang merupakan gabungan disipilin ilmu kimia dan komputer. Tentunya jurnal yang ini cocok dengan aturan linieritas dan impact factor-nya cukup tinggi (2.217) serta ada beberapa paper yang membahas tentang electronic nose. Sebenarnya jurnal no 4 (Expert Systems with Applications) juga cocok dengan paper saya namun jurnal tsb tidak memiliki history waktu proses review-nya sehingga saya agak ragu. Karena mempertimbangkan kecocokan dan kepastian akhirnya saya memilih untuk submit ke jurnal no 3. Untuk prosesnya sendiri nanti akan saya ceritakan dalam tulisan yang lain.

Tentu saja tips dan trik yang saya tulis di sini berdasarkan pemahaman dan pengalaman saya yang masih belajar. Mudah-mudahan bermanfaat, jika ada komentar silahkan tulis saja di bawah.

Leave a Reply

  Posts

1 2 3 7
September 28th, 2018

Android application of mobile electronic nose

September 25th, 2018

Dataset for electronic nose from various beef cuts

December 26th, 2016

Metrik baru dari scopus untuk mengukur impact jurnal: CiteScore

December 25th, 2016

Tips dan trik memilih jurnal untuk publikasi

December 25th, 2016

Daftar jurnal terindeks scopus berdasarkan penerbit (publisher)

December 24th, 2016

Tujuan utama publikasi hasil penelitian versi saya

April 30th, 2016

Google Doodle Hari Ini: Claude Shannon (Bapak Entropy)

April 29th, 2016

Gonjang-ganjing masalah SCI-HUB, Indonesia masuk 10 besar

April 28th, 2016

Hype Cycle for Emerging Technologies 2015: Big Data no longer exist, IoT still on the Top

April 24th, 2016

Discrete Wavelet Transform